>Pacaran Sekarang Tak Pakai Aturan

>

Emang ada ya aturan-aturan pacaran? Di buku mana aturan itu ditulis? Memang pacaran tidak ada aturan, kalo ada aturan berarti pacaran memang dibolehkan asalkan dengan syarat. Tempat untuk pacaran juga serba salah. Kalo milih tempat yang rame kan malu dilihat orang. Kalo milih tempat sepi nanti bisa terjerumus maksiat. Harus di mana donk? Satu-satunya yang aman adalah melalui media komunikasi, lewat telpon misalnya. Kan kurang asyik? Kalo bener-benar cinta asyik-asyik aja.
Pacaran di dunia remaja adalah budaya yang bukan berasal dari agama Islam. Islam sendiri mengajarkan ta’aruf untuk saling mengenal sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Tapi kalo masih remaja apalagi masih sekolah, apa mau ke pernikahan setelah pacaran? Mental remaja zaman dulu dan sekarang memang beda. Zaman dulu hubunga suka sama suka antar remaja masih malu-malu dan pacaran secara sembunyi-sembunyi. Sangat berbeda dengan zaman sekarang, mereka sudah tidak malu-malu lagi untuk berpacaran. Bahkan yang lebih parah sudah tidak malu-malu lagi saling “beradu kemaluan” secara sembunyi-sembunyi walaupun dampaknya tak dapat disembunyikan.
Bagi para remaja, petingkah melakukan pacaran? Adakah gunanya? Saya bukan bilang agar tidak boleh suka sama lawan jenis. Mencintai merupakan naluri yang wajar dalam diri manusia. Namun bagaimana caranya agar tidak tertuju pada hal yang negatif yang hasilnya “positif”. Biarkan saja rasa cinta itu terkenang dalam angan-angan saja sebelum tujuan hidup masa remaja Anda tercapai.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: