>Buanglah Cinta pada Tempatnya

>

Apa yang dapat membuat kita nafsu makan menjadi kurang nafsu makan?
Apa yang dapat membuat kita tukang tidur menjadi tukang begadang?
Apa yang dapat membuat kita rajin belajar menjadi malas belajar?
Tidak perlu berpikir jauh untuk menjawab pertanyaan tersebut. Cukup 5 huruf untuk menjawab semua pertanyan itu. Ya, huruf-huruf itu adalah C-I-N-T-A. Cinta membuat segalanya berubah. Namun makna cinta sekarang sering diidentikkan dengan memiliki pacar. Padahal cinta bukan hanya ditunjukkan kepada lawan jenis pun juga tidak masalah (dalam tanda kutip). Jadi, mengenal cinta bukan berarti harus memiliki pacar. Dengan mencintai seseorang akan timbul motivasi dari orang yang dicintai tersebut.
Sebenarnya apa itu cinta? Tak perlu jauh-jauh untuk mencari arti kata cinta. Bahkan Jalaludin Rumi dalam bukunya mengatakan bahwa “Orang yang bisa mendefinisikan cinta berart belum mengenal cinta…”. Itu berarti cinta bukan untuk didefinisikan, melainkan hanya untuk dirasakan. Cinta itu suci, jangan pernah menyalahkan cinta bila cinta itu buta dan cinta itu gila. Kemana perginya cinta tergantung pada orang yang merasakan cinta tersebut.
Yang jadi masalah di kalangan remaja sekarang adalah penyalahgunaan cinta. Mereka sering beranggap bahwa memiliki pacar adalah bukti dari sudah mengenal cinta. Banyak yang gengsi bila “hari gini masih jomblo”. Makan saja gengsi! Yang lebih parah lagi adalah pacaran yang melewati batas, sehingga timbul nafsu dan ada dorongan untuk melakukan (…..). Itu semua bukan berakibat dari cinta, melainkan penyalahgunaan cinta. Nah, itulah yang saya sebut tidak membuang cinta pada tempatnya.
Jadi, tidak usah memaksakan diri untuk memiliki pacar jika uang jajan masih minta ke orang tua, tidur masih ditemani ortu dan makan masih disuapin ortu. Cintai dulu orang yang pernah mengandungmu 9 bulan. Lakuan perbuatan yang dapat membanggakan ortu. Tidak usah berpikir untuk memiliki pacar. Kalau sudah waktunya, jodoh juga akan didapatkan.
Cintai dulu orang yang telah berjasa untukmu sebelum kamu mencintai orang lain.”
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: